EnglishIndonesianJapanese
| PENGUMUMAN :
DALAM RANGKA MENDUKUNG PEMBERLAKUAN PEMBATASAN KEGIATAN MASYARAKAT ( PPKM ) DARURAT GUNA MENANGANI PENYEBARAN DAN MENEKAN PENINGKATAN KASUS COVID -19 MAKA DISAMPAIKAN , LPK TAIHOU FUSION ORGANIZATION INDONESIA – JAPAN UNTUK SEMENTARA TUTUP ( UNTUK TATAP MUKA ) MULAI TANGGAL 6 sampai dengan Waktu yang ditentukan. tetap update.
- Aktivitas pelayanan administrasi tetap berjalan via online
- Seluruh Staff bekerja melalui rumah ( WFH )
- Segala bentuk informasi masih tetap dapat di akses di situs resmi kami https://taihoucorp.com
- Anda juga dapat menghubungi kami melalui telepon di +62 811-4533-399 atau Whatsapp.
- Mohon perhatian dan harap maklum !!!
Tetap Laksanakan Protokol Kesehatan : Menjaga jarak | Hindari kerumunan | Rajin mencuci tangan | Gunakan masker | Tidak berjabat tangan.

Peluang Peningkatan Kerja Sama Ketenagakerjaan dengan Prefektur Ibaraki

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

Tokyo, 6 Oktober 2020 – Guna mencukupi kebutuhan tenaga kerja yang tinggi, Pemerintah Prefektur Ibaraki telah mengundang KBRI Tokyo untuk menyampaikan paparan kepada sekitar 25 perwakilan pimpinan perusahaan tenaga kerja Jepang yang berada di wilayah Ibaraki terkait peluang peningkatan pengiriman tenaga kerja terampil dari Indonesia. Pada kesempatan tersebut, dalam paparannya, Koordinator Fungsi Ekonomi KBRI Tokyo menekankan bahwa peluang peningkatan kerja sama ketenagakerjaan dengan Jepang sangatlah besar. “Dengan struktur penduduk usia muda yang terus meningkat, Indonesia dan Jepang dapat menjalin kerja sama yang komplementer. KBRI Tokyo siap bermitra dengan Prefektur Ibaraki guna tingkatkan pengiriman tenaga kerja terampil asal Indonesia”.  

Prefektur Ibaraki sendiri merupakan prefektur yang memiliki lahan pertanian yang besar di Jepang dan terdapat beberapa industri besar, antara lain industri kimia dan permesinan. Dengan struktur penduduk yang kini didominasi oleh penduduk usia lanjut dan banyaknya industri Jepang yang terdapat di Ibaraki, kebutuhan tenaga kerja asing khususnya pada sektor kesehatan (perawat dan caregivers), pertanian dan industri permesinan terus meningkat setiap tahunnya.

Kebutuhan akan tenaga kerja asing yang tinggi di Ibaraki juga disampaikan oleh KADIN Ibaraki pada kesempatan kunjungan ke Ibaraki. KADIN Ibaraki berharap KBRI Tokyo dapat fasilitasi peningkatan pengiriman tenaga kerja Indonesia khususnya dengan skema SSW ke Jepang.  

Pada kesempatan kunjungan tersebut, KBRI Tokyo juga telah meninjau panti jompo “Taijin Kai” yang mempekerjakan 12 (dua belas) careworkers Indonesia melalui skema IJEPA. Pihak Taijin Kai sampaikan bahwa Jepang sangat membutuhkan perawat lansia. Di wilayah Ibaraki saat ini, jumlah lansia telah mencapai 1:3 dari total penduduk. “Kami sangat puas dengan kerja para careworkers Indonesia di panti “Taijin Kai” ini, karena orang Indonesia sangat ulet, bertanggung jawab dan yang terutama sangat ramah terhadap para lansia. Kami berharap dukungan KBRI Tokyo guna mendapatkan lebih banyak careworkers asal Indonesia ke panti kami”. Demikian disampaikan oleh TAKAGI-san, Kepala Panti Jompo “Taijin Kai“.​

Prefektur Ibaraki merupakan salah satu Prefektur di Jepang yang memiliki konsentrasi WNI terbanyak di Jepang selain Aichi, Tokyo dan Kanagawa. Tercatat sebanyak 3.939 WNI tinggal di Ibaraki, baik sebagai mahasiswa, pekerja magang/kenshushei atau pekerja profesional. 

Sumber : https://kemlu.go.id/tokyo/id/news/8812/peluang-peningkatan-kerja-sama-ketenagakerjaan-dengan-prefektur-ibaraki

LPK Taihou Fusion Organization
Indonesia - Japan

PROGRAM PELATIHAN SSW/TG ( Specified Skilled Workers/Tokutei Ginou ) BAHASA JEPANG untuk UMUM, & Magang Ke Jepang