EnglishIndonesianJapanese
| PENGUMUMAN :
DALAM RANGKA MENDUKUNG PEMBERLAKUAN PEMBATASAN KEGIATAN MASYARAKAT ( PPKM ) DARURAT GUNA MENANGANI PENYEBARAN DAN MENEKAN PENINGKATAN KASUS COVID -19 MAKA DISAMPAIKAN , LPK TAIHOU FUSION ORGANIZATION INDONESIA – JAPAN UNTUK SEMENTARA TUTUP ( UNTUK TATAP MUKA ) MULAI TANGGAL 6 sampai dengan Waktu yang ditentukan. tetap update.
- Aktivitas pelayanan administrasi tetap berjalan via online
- Seluruh Staff bekerja melalui rumah ( WFH )
- Segala bentuk informasi masih tetap dapat di akses di situs resmi kami https://taihoucorp.com
- Anda juga dapat menghubungi kami melalui telepon di +62 811-4533-399 atau Whatsapp.
- Mohon perhatian dan harap maklum !!!
Tetap Laksanakan Protokol Kesehatan : Menjaga jarak | Hindari kerumunan | Rajin mencuci tangan | Gunakan masker | Tidak berjabat tangan.

Di Tengah Kondisi Pandemi COVID-19, Pemerintah terus Dorong Ekspor RI ke Jepang melalui Trade Expo Indonesia

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

Tokyo, 10 November 2020 – Di tengah ketidakpastian dengan adanya pandemi COVID-19, tidak menyurutkan keinginan Pemerintah Indonesia untuk terus mendorong ekspor barang dan jasa ke mancanegara. Salah satunya dengan menggelar penyelenggaraan Virtual Event Trade Expo Indonesia ke-35 yang dimulai hari ini pada tanggal 10 November 2020 hingga 16 November 2020.

Presiden Joko Widodo menegaskan pada saat membuka Virtual Event Trade Expo Indonesia bahwa, “TEI secara virtual ini harus mampu menghasilkan ekspor yang tinggi untuk menggerakkan roda perekonomian. Perwakilan RI di Luar Negeri dari Dubes, Atdag dan ITPC dituntut terus berusaha mendorong ekspor bahkan sampai bisa bertransaksi dan menentukan harga.” Hal ini ditindaklanjuti oleh KBRI Tokyo dengan berpartipasi dalam pembukaan Trade Expo Indonesia dengan melakukan penandatangan kontrak dagang dan investasi senilai lebih dari USD 321 juta untuk produk kertas, makanan, drip kopi, serta investasi di bidang pengolahan limbah sawit.

Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Tokyo, Tri Purnajaya menyampaikan, “Trade Expo Indonesia yang dilakukan secara virtual tiga dimensi ini merupakan terobosan yang sangat baik, dimana banyak pelaku usaha saat ini tidak dapat bepergian untuk melakukan transaksi dagang maupun investasi”. Pameran di Jepang pada tahun ini sangat terdampak COVID-19 dengan banyak dibatalkan termasuk Foodex 2020 yang merupakan pameran makanan minuman terbesar di Jepang.         

Selama masa pandemi COVID-19, penjualan produk makanan dan minuman di Jepang mengalami peningkatan signifikan hingga mencapai 200% Year-on-Year. Adanya himbauan pemerintah untuk mensosialisasikan work from home (WFH) sebagai salah satu penyebabnya. Hal ini menunjukan perubahan dalam pola konsumsi orang Jepang, dimana saat terjadi fase State of Emergency antara bulan Maret sampai dengan Mei tahun 2020, penjualan di salah satu supermarket terkemuka di Jepangnaik 139% dibandingkan tahun lalu, dan impor makanan minuman dari Indonesia di jaringan supermarket tersebut selama masa pandemi mengalami kenaikan hingga 30%. Hal tersebut merupakan peralihan pasokan produk yang biasa diimpor dari Tiongkok ke Indonesia. “Dengan adanya Virtual Expo memudahkan importir Jepang dalam memperoleh sourcing produk baru, dimana pada saat COVID19 ini dan pameran di Jepang banyak dibatalkan, para importir sulit memperoleh produk baru dan hanya menggunakan supplier yang ada saja,” imbuh Tri. “Padahal kebutuhan akan produk makanan selama masa pandemi semakin meningkat,” tambahnya.

Toshihide Nakajima, Chairman dari Mobiol Corporation menyampaikan bahwa pihaknya ingin terus berinvestasi di Indonesia mengingat Indonesia mempunyai sumber daya yang luar biasa yang akan dikombinasikan dengan tekhnologi yang dimiliki oleh Jepang. “Apalagi hal ini ditunjang dengan kunjungan PM Suga bulan lalu ke Indonesia, sehingga pelaksanaan Trade Expo ini menggunakan momen yang tepat untuk terus mendorong perdagangan dan investasi bilateral RI-Jepang”, jelasnya.

Setelah acara penandatanganan kontrak dagang dan investasi, Pemerintah Indonesia melalui KBRI Tokyo memberikan apresiasi berupa Ambassador Award 2020 kepada 3 (tiga) pelaku usaha di Jepang yaitu APP Japan Limited, Sariraya Co. Ltd. dan Mobiol Corporation untuk 3 kategori yaitu Kategori perusahaan yang mengimpor produk yang mendukung program berkelanjutan dan dalam jumlah besar dalam beberapa tahun terakhir, Kategori perusahaan yang mendorong peningkatan ekspor bagi sektor UMKM Indonesia, dan Kategori perusahaan yang melakukan investasi dan inovasi di bidang lingkungan.​

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Atase Perdagangan Tokyo bahwa total perdagangan RI-Jepang pada periode Januari-Agustus 2020 mencapai USD 16,21 milyar dimana ekspor RI ke Jepang USD 8,86 milyar sedangkan impor RI dari Jepang USD 7,34 milyar. RI mengalami surplus perdagangan dengan Jepang senilai USD 1,52 milyar pada periode Januari-Agustus 2020. Hal ini menunjukkan hal yang sangat positif dimana naik 511% dibandingkan periode yang sama tahun 2019 yaitu surplus perdagangan RI dengan Jepang sebesar USD 248,5 juta.

Sumber: https://kemlu.go.id/tokyo/id/news/9408/di-tengah-kondisi-pandemi-covid-19-pemerintah-terus-dorong-ekspor-ri-ke-jepang-melalui-trade-expo-indonesia

LPK Taihou Fusion Organization
Indonesia - Japan

PROGRAM PELATIHAN SSW/TG ( Specified Skilled Workers/Tokutei Ginou ) BAHASA JEPANG untuk UMUM, & Magang Ke Jepang